Independent research institute focusing in study on economic policies and regulations Webmail | Contact Us  
  Site Search    
blank
Home
About us
»Overview
»Organization
» History
» Structure
»Vision & Mission
»Products
Seminars & Events
»Routine Events
»Upcoming Events
»Past Events
publications
»Working Papers
»Opinions
»Macroeconomic Outlook
ECONOMISTS
contact us

Publications

»Perlukah Pemerintah Mengeluarkan Blanket Guarantee?
 Sunarsip , M.E., Ak. (Chief Economist), 2008-11-12 16:53:54
 Belakangan ini muncul ide agar pemerintah mengeluarkan kebijakan penjaminan penuh (blanket quarantee) terhadap dana deposan perbankan. Tujuannya adalah, sebagai antisipasi agar pemilik dana di Indonesia tidak mengalihkan simpanannya pada bank-bank di luar negeri dan memicu capital outflow yang dapat semakin memperlemah kurs Rupiah terhadap US$ (Dollar Amerika Serikat/AS).
  
»Menyoal Kebijakan Stabilisasi Rupiah
 Sunarsip , M.E., Ak. (Chief Economist), 2008-11-11 20:44:49
 Minggu lalu, Bank Indonesia (BI) mengumumkan bahwa posisi cadangan devisa (cadev) kita tinggal US$50,58 miliar atau berkurang US$6,53 miliar dibandingkan pada awal Oktober lalu yang mencapai US$57,11 miliar.
  
»Apa Kabar Privatisasi BUMN
 Bin Nahadi , MBA, Ak. (Economist), 2008-11-09 22:56:20
 Akhirnya, Kementerian BUMN harus realistis. Dari sebanyak 44 BUMN yang direncanakan diprivatisasikan pada tahun 2008, dimana 10 diantaranya adalah carry over dari tahun 2007, hingga kini belum ada satupun yang dapat direalisasikan.
  
»Krisis Keuangan di AS: Antara KPRSub Prime dan Derivatif
 Sunarsip , M.E., Ak. (Chief Economist), 2008-11-03 23:46:39
 Sejak krisis keuangan terjadi di Amerika Serikat (AS) dua tahun lalu, tidak sedikit ekonom menyebut ini sebagai imbas dari desain satu produk perbankan bernama Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) Sub Prime.
  
»Mengamankan Rupiah dan Ekspor Kita
 Sunarsip , M.E., Ak. (Chief Economist), 2008-11-03 23:43:06
 Dalam beberapa hari ini, nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat (AS) terus tertekan. Rupiah kini sudah tembus Rp11.000 per US$. Pelemahan Rupiah ini tak pelak menimbulkan pertanyaan besar: ada apa dengan Rupiah?
  
»Mengantisipasi Efek Berantai Krisis Amerika Serikat
 Sunarsip , M.E., Ak. (Chief Economist), 2008-10-28 22:58:28
 KRISIS keuangan di Amerika Serikat (AS) saat ini bisa dikatakan sebagai krisis terbesar setelah great depression pada era 1930-an. Akibat krisis sub prime mortgage yang terjadi sejak 2007 itu, sejumlah lembaga keuangan di dunia bangkrut.
  
»Membedah Anatomi Krisis Keuangan di Amerika Serikat
 Sunarsip , M.E., Ak. (Chief Economist), 2008-10-28 22:55:05
 Banyak ekonom menyebut bahwa krisis di Amerika Serikat (AS) saat ini sebagai krisis finansial. Faktanya, krisis tersebut memang melanda industri keuangan di AS, baik itu pasar modal, perbankan, dan lembaga keuangan lainnya.
  
»Melawan Spekulasi Harga Minyak Dunia
 Sunarsip , M.E., Ak. (Chief Economist), 2008-07-28 20:24:42
 Ketika pemerintah menaikkan harga BBM dalam negeri sebesar 28,7% pada Mei lalu, sesungguhnya kebijakan itu memiliki alasan cukup kuat. Sebagaimana kita ketahui, kenaikan harga BBM terakhir (Oktober 2005) adalah ketika harga minyak mentah dunia masih di level US$60 per barel. Ketika harga BBM dinaikkan pada Mei 2008 lalu, harga minyak mentah dunia sudah di atas US$110 per barel. Sehingga, wajar bila harga BBM disesuaikan lagi.
  
»Menuju Kebangkitan Bank Syariah
 Sunarsip , M.E., Ak. (Chief Economist), 2008-07-21 16:53:49
 Kini kita telah memiliki dua undang-undang penting di bidang keuangan syariah. Pertama, Undang-undang (UU) tentang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau UU Sukuk Negara yang telah diundangkan sejak 7 Mei lalu. Kedua, UU Perbankan Syariah yang baru disahkan DPR pada pertengahan Juni lalu. Kedua UU ini memiliki arti strategis dalam mendukung perkembangan sektor keuangan syariah. Karena faktanya antara pasar perbankan syariah dan pasar sukuk memiliki kaitan yang saling membutuhkan.
  
»Berbagi Beban Subsidi
 Sunarsip , M.E., Ak. (Chief Economist), 2008-07-11 10:18:07
 Pemerintah berencana menjadikan subsidi bahan bakar minyak (BBM) sebagai unsur pengurang Dana Alokasi Umum (DAU) pada tahun 2009. Ini merupakan salah satu upaya berbagi beban atau sharing the pain antara pemerintah pusat dan daerah.
  
#21...#30 from total 129
<<<1 2 34 5 6 7 8 9 10 >>>
 
© 2006 The Indonesia Economic Intelligence. All rights reserved.