| » | Merealisasikan Equity Financing |
| | Djoko Retnadi , S.E., M.B.A. (Senior Economist), 2007-09-03 17:36:19 |
| | Beberapa waktu lalu muncul wacana di kalangan bankir untuk mewujudkan pembiayaan ekuitas (equity financing) guna mengakselerasikan pembiayaan sektor riil, khususnya infrastruktur. |
| | |
| » | Perbankan dan Upaya Menggerakkan Sektor Riil |
| | Djoko Retnadi , S.E., M.B.A. (Senior Economist), 2007-09-03 17:34:24 |
| | Beberapa waktu lalu Masyarakat Profesional Madani (MPM) mengeluarkan hasil survey terhadap 200 pengusaha di JABODETABEK berkaitan dengan pemulihan ekonomi dan peran BUMN (Badan Usaha Milik Negara). |
| | |
| » | Mengkritisi Upaya Pemberdayaan UMKM |
| | Djoko Retnadi , S.E., M.B.A. (Senior Economist), 2007-09-03 17:31:55 |
| | Diluncurkannya Inpres No.6 tahun 2007, di mana salah satunya mengatur pemberdayaan UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) telah menimbulkan kritik berbagai pihak. |
| | |
| » | Bank Mesti Inovatif Untuk Kredit UMKM |
| | Djoko Retnadi , S.E., M.B.A. (Senior Economist), 2007-09-03 17:29:39 |
| | Rencana Bank Indonesia (BI) untuk melakukan relaksasi terkait dengan ketentuan kredit untuk UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) di bulan April 2007 ini dimaksudkan agar penyaluran kredit perbankan ke sektor riil, khususnya UMKM, semakin deras. |
| | |
| » | Ekonomi 'Balon' dan Dilema SBI |
| | Djoko Retnadi , S.E., M.B.A. (Senior Economist), 2007-09-03 17:26:46 |
| | Dua pernyataan Gubernur Bank Indonesia (BI) beberapa waktu lalu yaitu pertama, dia mengharapkan agar pemerintah tidak terlalu menekankan perolehan laba bagi Bank BUMN karena yang lebih penting untuk saat ini adalah kemampuannya dalam menyalurkan kredit, dan kedua sinyalemen beliau bahwa jumlah SBI (Sertifikat Bank Indonesia) yang dimiliki perbankan akan mencapai Rp 300 triliun di tahun 2007, semakin menunjukkan adanya indikasi bahwa kita sedang menghadapi ekonomi balon. |
| | |
| » | Tantangan Intermediasi Perbankan 2007 |
| | Djoko Retnadi , S.E., M.B.A. (Senior Economist), 2007-09-03 17:23:06 |
| | Kinerja perbankan nasional sampai dengan tahun 2006 dianggap belum memuaskan karena masih rendahnya tingkat fungsi intermediasi perbankan yang dicerminkan oleh rasio jumlah kredit yang disalurkan terhadap jumlah simpanan masyarakat yang berhasil dikumpulkan (LDR/Loan to Deposit Ratio). |
| | |
| » | Mencari Format Privatisasi BUMN Yang Tepat Bagi Indonesia |
| | Sunarsip , M.E., Ak. (Chief Economist), 2007-08-30 17:05:54 |
| | Mantan Menko Perekonomian Rizal Ramli pernah menulis artikel di Kompas, 9 Maret 2004
dengan judul “Moratorium Privatisasi BUMN, Kasus Sektor Perbankan”. Rizal Ramli menulis artikel
tersebut untuk menyatakan ketidaksetujuannya atas rencana Pemerintah yang akan mendivestasikan
sahamnya di BNI. |
| | |
| » | Tantangan dan Risiko dalam RAPBN 2008 |
| | Sunarsip , M.E., Ak. (Chief Economist), 2007-08-30 17:01:53 |
| | Pemerintah RI telah menyampaikan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Penerimaan
Negara (RAPBN) 2008 kepada DPR RI tanggal 16 Agustus lalu. RAPBN 2008 ini disusun
dalam rangka memenuhi tuntutan dari para stakeholder yang menginginkan APBN lebih rinci,
transparan, dan komprehensif agar dapat memberikan informasi yang lengkap dan akurat
kepada masyarakat. |
| | |
| » | Memahami Arah Kebijakan Ekonomi Dalam RAPBN 2008 |
| | Sunarsip , M.E., Ak. (Chief Economist), 2007-08-30 16:59:12 |
| | Pemerintah telah menyampaikan Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan
dan Belanja Negara (RAPBN) 2008 kepada DPR RI tanggal 16 Agustus 2007 yang lalu.
Seperti biasa, akan selalu muncul pro dan kontra terkait dengan RAPBN. |
| | |
| » | Membangun Optimisme dan Kesadaran Risiko dalam RAPBN 2008 |
| | Sunarsip , M.E., Ak. (Chief Economist), 2007-08-30 16:55:21 |
| | Pemerintah telah secara resmi mengajukan Nota Keuangan (NK) dan Rancangan
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2008 kepada DPR RI. Tentunya banyak
hal yang perlu diketahui apa substansi materi dalam NK dan RAPBN 2008 tersebut. |
| | |